Widih...Ada Bukti Pertama Danau di Mars  

Posted by: Roshita_Poenya in

WASHINGTON, Gambar dari sebuah kamera yang disebut High Resolution Imaging Science Experiment di pesawat Reconnaissance Orbiter menunjukkan air memotong ngarai sepanjang 50 kilometer. Demikian diungkapkan tim di University of Colorado, Boulder.

Ngarai dalam dan panjang serta bekas pantai barangkali merupakan bukti paling jelas mengenai keberadaan danau di permukaan Mars. Menurut beberapa ilmuwan, Rabu (17/6), diduga danau itu pernah berisi air, tetapi kinisudah kering.

"Danau itu diduga memiliki ukuran 200 kilometer persegi dan kedalaman 450 meter," tulis para peneliti tersebut di jurnal Geophysical Research Letters dan dilansir Reuters.

Sekarang tak ada perdebatan bahwa air memang ada di permukaan Mars; robot peneliti telah menemukan es. Juga ada bukti bahwa air mungkin masih merembes ke permukaan dari bawah tanah, kendati air itu segera hilang akibat cuaca dingin, atmosfer tipis Planet Merah tersebut.

Beberapa ilmuwan mengenai planet juga telah melihat apa yang boleh jadi merupakan tepi sungai raksasa dan laut, tetapi sebagian bentuk itu juga dapat diperdebatkan dan diduga terbentuk oleh longsoran tanah kering. "Ini adalah bukti pertama yang tak meragukan mengenai garis pantai di permukaan Mars," kata Gaetano Di Achille, yang memimpin studi tersebut.

Menurut Di Achille dalam satu pernyataan "Pengidentifikasian jalur pantai dan bukti ekologi yang menyertai memungkinkan kami menghitung ukuran dan volume danau itu, yang tampaknya terbentuk sekitar 3,4 juta tahun lalu. "Di Bumi, delta dan danau adalah pengumpul yang sangat bagus dan pelestari tanda kehidupan masa lalu, Jika kehidupan pernah ada di Mars, delta mungkin menjadi kunci guna membuka rahasia biologi masa lalu di Mars".

"Bukan hanya penelitian ini membuktikan bahwa ada sistem danau yang lama hidup di Mars, tapi kita juga dapat melihat bahwa danau yang terbentuk setelah kondisi hangat, basah, diduga telah hilang," kata asisten profesor, Brian Hynek.

Menurut beberapa peneliti "Danau tersebut barangkali telah menguap atau membeku selama perubahan iklim singkat. Airnya diduga telah berubah menjadi uap dan tak seorang pun mengetahui apa yang mengubah Mars dari planet yang hangat dan lembab menjadi seperti sekarang: gurun beku tanpa udara.

Sumber : Kompas
Read More !

Ooohhh...TIDAK...Bumi Bakal Gagal Diselamatkan?  

Posted by: Roshita_Poenya in

JAKARTA, Forum Masyarakat Sipil Indonesia untuk Keadilan Iklim (Civil Society Forum for Climate Justice/CSF) mendesak negara-negara Annex 1 memenuhi komitmennya memotong emisi sebagaimana telah disepakati dalam Protokol Kyoto.

Perundingan Bonn Climate Change Talks yang sedang berlangsung (1-12 Juni 2009) seharusnya memastikan pemenuhan komitmennya dalam Protokol Kyoto, bukan menyodorkan proposal baru untuk mengamandemen Protokol Kyoto, kata CSF.

Pertemuan Juni merupakan saat yang tepat untuk mengubah arah perjalanan pembicaraan perubahan iklim. "Indonesia sebagai negara yang terkena dampak perubahan iklim harus memainkan peran dalam menentukan arah negosiasi, yaitu tetap fokus pada penurunan emisi secara nyata yang merupakan tujuan awal UNFCCC,” kata Koordinator CSF, Giorgio Budi Indarto.

COP 15 nanti benar-benar merupakan kesempatan terakhir dunia untuk mewujudkan keadilan iklim sehingga CSF meminta agar para delegasi yang hadir dalam Bonn Climate Change Talks II benar-banar mengambil tindakan yang dapat menyelamatkan dunia.

Masyarakat sipil juga meminta agar semua pembicaraan negosiasi Juni, baik mitigasi maupun adaptasi mengadopsi konsep HELP dalam solusi perubahan iklim yang ditawarkannya.

Masyarakat sipil Indonesia tidak akan menoleransi jika skema-skema penanganan perubahan iklim yang ditawarkan berpotensi merugikan masyarakat. Itu sebabnya, setiap tindakan konkret untuk mengatasi dampak perubahan iklim harus diambil tetapi tetap menjamin hak masyarakat.

Hal lain yang menjadi keprihatinan masyarakat sipil adalah mekanisme pendanaan yang seharusnya tidak boleh lagi bergantung pada model utang, proses manipulasi pengurangan emisi negara maju melalui mekanisme offset yang tidak akan dapat menstabilisasi volume GRK secara global.

Bagi Indonesia, upaya adaptasi dan mitigasi yang dilakukan tidak boleh lagi menimbulkan masalah baru, seperti konversi lahan tanaman pangan ke lahan tanaman bahan baku biofuel yang akan mengurangi kapasitas produksi pangan, atau pun mengubah ekosistem rawa gambut dan laut sebagai penyeimbang iklim mikro dan makro yang sangat erat dengan kepentingan ekologi, ekonomi, sosial, dan budaya setempat.

Pengelolaan utang ekologis sebaiknya dilakukan melalui mekanisme transitional justice. Kejahatan-kejahatan lingkungan harus diproses terlebih dahulu untuk menegakkan keadilan kepada para korban, dan untuk pemulihan ekosistem yang telah dirusak dalam praktek-praktek eksploitasi kekayaan alam oleh para korporasi multi nasional.

Forum masyarakat sipil Indonesia untuk keadilan iklim menegaskan, negara maju wajib mengontrol dan mengevaluasi investasi-investasinya di sektor kehutanan-perkebunan, di mana kedua sektor ini memasok kebutuhan primer mereka, yang berdampak kepada pembukaan kawasan hutan dan rawa gambut di Indonesia untuk industri perkebunan sawit dan hutan tanaman industri.

Mereka juga harus memastikan agar proyek-proyek uji coba dan modeling reducing emission from deforestation and degradation (REDD) yang didanai tidak melanggar hak-hak masyarakat terhadap kawasan adat, hutan, dan lingkungan hidup di Indonesia.

Tanpa memperhatikan berbagai hal tersebut, penanganan perubahan iklim tidak akan tercapai, dan perundingan UNFCCC hanya menjadi ajang bisnis karbon yang gagal menyelamatkan bumi ini, demikian CSF.

Sumber : Kompas
Read More !

Lumba-lumba Irawadi di Ambang Kepunahan  

Posted by: Roshita_Poenya in

KRATIE,Para aktivis pelestarian lingkungan memperingatkan bahwa lumba-lumba Irawadi, salah satu mamalia langka dunia, di ambang kepunahan.

Lumba-lumba Irawadi Sungai Mekong hanya ditemukan di Kamboja dan Laos.
Badan konservasi alam dunia (WWF) mengatakan, hanya sekitar 70 lumba-lumba jenis itu yang tersisa dan binatang ini akan punah jika tidak ada tindakan untuk menyelamatkannya. Populasi lumba-lumba ini semakin turun dalam beberapa tahun dan laporan WWF ini adalah peringatan nyata bahwa kelangsungan hidup mereka sangat terancam.

Saat ini hanya beberapa lusin lumba-lumba yang tersisa, kebanyakan berkumpul di perputaran Sungai Mekong di kota Kratie, Kamboja. Namun, populasi lumba-lumba di kawasan ini juga dalam keadaan kritis. Yang paling mengkhawatirkan dua pertiga kematian dalam beberapa tahun belakangan melanda bayi lumba-lumba. Jika yang muda tidak selamat maka spesies ini tidak memiliki masa depan.

Namun juga terdapat kemajuan. Untuk pertama kalinya, para pegiat pelestarian alam berhasil mengetahui penyebab kematian lumba-lumba. Hasil otopsi mengungkapkan keberadaan bahan kimia racun termasuk PCB, merkuri, dan pestisida DDT. WWF menyatakan, bahan kimia berbahaya itu telah menekan sistem kekebalan lumba-lumba dan melemahkan pertahanan mereka melawan infeksi yang tidak biasanya berakibat fatal.

Sepertinya lumba-lumba yang masih bertahan bergantung pada kebersihan habitatnya. Namun para pegiat mengumumkan hal itu sangat sulit sehingga mereka merekomendasikan program pembiakan penangkaran dan pembiakan silang dengan jenis lumba-lumba air tawar lain untuk memperkuat gen spesies ini.

Sumber : Kompas

Read More !

Elang Jawa dan Tikukur Botol Selangkah Lagi Punah  

Posted by: Roshita_Poenya in

LEBAK,Populasi elang jawa dan burung tikukur botol di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak (TNGHS) kian terancam punah akibat pemburuan juga kerusakan hutan lindung yang dilakukan masyarakat.

"Diperkirakan populasi elang jawa sekitar 19 ekor dan tikukur botol hingga kini belum terdeteksi keberadaannya," kata Kepala Seksi Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Kabupaten Lebak, Nurli, Kamis (18/6).


Nurli mengatakan, berkurangnya satwa yang dilindungi pemerintah itu karena tanaman yang dijadikan sumber makanan kian menipis, bahkan beberapa titik sudah menghilang akibat adanya penebangan liar tersebut. Selain itu, juga akibat pemburuan yang dilakukan orang yang tidak bertanggung jawab.

Bahkan, populasi burung tikukur botol menghilang dan saat ini belum ditemukan kembali. Sedangkan populasi elang jawa masih berkeliaran di sekitar Cikaniki, Blok Wates, dan Gunung Endut sekitar kawasan hutan lindung TNGHS.

"Saya sendiri hingga kini belum mengetahui bentuk burung tikukur botol itu," ujar Nurli. Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan pemantauan dan monitoring untuk menyelamatkan burung yang kategori langka itu supaya tidak terancam punah.

Dia mengatakan, berdasarkan hasil monitoring di lapangan diperkirakan 19 ekor burung elang jawa yang masih berkeliaran di kawasan hutan konservasi TNGHS. Namun, hingga saat ini burung elang jawa sulit berkembang biak karena adanya kerusakan kawasan hutan taman nasional itu.

Untuk mencegah kepunahan elang jawa dan tikukur botol di kawasan hutan Gunung Halimun-Salak, pihaknya berkoordinasi dengan Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) Sukabumi. Kawasan hutan lindung TNGHS yang meliputi tiga kabupaten, yakni Lebak, Bogor, dan Sukabumi, banyak satwa spesies yang dilindungi pemerintah, misalnya elang jawa, owa abu-abu, dan macan tutul.

Sumber : Kompas
Read More !

Aceng Akan Kembali ke Hutan  

Posted by: Roshita_Poenya in

BOGOR, Tidak lama lagi Aceng, seekor macan tutul (Panthera pardus), akan merasakan kembali habitatnya di hutan Gunung Karang, Pandeglang, Banten. Aceng rencananya akan dilepas Kamis (18/6) pagi setelah dirawat sekitar 11 bulan di Pusat Transit Satwa Gadog (PTSG), Megamendung, Bogor.

Satwa langka dan dilindungi ini beberapa waktu silam ditemukan terjerat jebakan babi hutan yang dipasang pemburu di Gunung Karang, Pandeglang. Akibat luka parah di perut Aceng, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat I bekerja sama dengan Animal Sanctuary Trust Indonesia (ASTI) merawat Aceng di PTSG.

Meski bekas luka jeratan jebakan babi hutan masih terlihat membekas di perut Aceng, tetapi kesehatannya telah pulih. Malam ini rencananya Aceng akan dibawa ke Pandeglang.

Menurut Zulfi, dokter hewan ASTI, di hutan Gunung Karang, Pandeglang, telah disiapkan kandang habituasi untuk Aceng. Kandang tersebut untuk membiasakan Aceng dengan habitat barunya sebelum benar-benar dilepas.

"Di Pandeglang sudah disiapkan kandang habituasi. Lokasinya di sekitar dulu Aceng terjerat. Sekitar dua tiga hari baru dilepas agar bisa menyesuaikan dengan habitat barunya," ujarnya.

Pelepasan Aceng pun disambut gembira oleh warga di sekitar Gunung Karang. Mereka bahkan menyiapkan penyambutan kedatangan satwa yang menjadi maskot Jawa Barat ini. Tak tanggung-tanggung, layaknya menyambut tamu istimewa, warga menyiapkan hiburan organ tunggal untuk kedatangan Aceng.

Read More !

Aceng Menghabiskan Rp 2 Juta Satu Bulan  

Posted by: Roshita_Poenya in

BOGOR,Aceng, macan tutul (Panthera pardus) yang terluka parah saat ditemukan pada 28 Agustus 2008, kini telah sehat kembali. Aceng siap kembali ke habitatnya di hutan lindung Gunung Karang, Pandeglang, Banten.

Di PPS Gadog, kandangnya sifat liar Aceng mulai terlihat. Taringnya yang tajam menyeringai saat ada manusia yang berusaha mendekat, memfoto, maupun mensyuting. Seolah-olah ingatan akan kekejaman manusia ketika jerat kawat tajam yang nyaris merenggut nyawanya kembali terbayang.

Selama dalam penyembuhan, menurut Dharma, staff BKSDA Gadog, Aceng berhasil dijinakkan. Aceng cukup menurut saat dokter merawat dan menyembuhkan lukanya. "Bahkan perlahan-lahan, pola makan Aceng juga normal kembali. Sebulan, dia bisa menghabiskan daging celeng seharga Rp 2 juta," kata Dharma.

Jadi selama 10 bulan dirawat di PPS Gadog, Aceng telah menghabiskan Rp 20 juta untuk makan saja. Beruntung, banyak relawan dan donatur penyayang binatang yang membantu keberlangsungan lembaga ini.

Malam ini, Rabu (17/6), Aceng akan dikembalikan ke habitatnya. Untuk membawa Aceng dari Gadog, Bogor, menuju hutan lindung Gunung Karang, Pandeglang, Banten, Aceng harus dibius.

Setelah dibius dan dimasukkan ke kandang, subuh Aceng dibawa menuju Serang, Banten. "Dari Serang, kami kemudian menuju lokasi hutan. Untuk mencapai lokasi hutan pelepasan, Aceng akan dipanggul dengan berjalan kaki menuju lokasi, yang cukup sulit," katanya.

Di lokasi pelepasan inilah Aceng dimasukkan ke kandang terbuka, untuk dituntun kembali menuju dunianya. Namun, Aceng tetap diawasi sebelum benar-benar lepas bebas.

"Biasanya, dia masih beberapa kali pulang kandang untuk makan. Sebelum akhirnya, mengenal kembali habitatnya dan tidak kembali lagi ke kandang," katanya.

Selamat jalan Aceng, semoga manusia tidak mengganggumu lagi.

Sumber : Kompas
Read More !

Aceng Nyaris Mati akibat Ulah Manusia  

Posted by: Roshita_Poenya in

BOGOR, Aceng adalah nama seekor macan tutul (Panthera pardus). Tidak diketahui secara persis mengapa macan tutul muda ini dinamai Aceng. Ada yang mengatakan dari sebutan masyarakat di sekitar hutan lindung Gunung Karang, Pandeglang, Banten.

Namun, menurut Dharma, salah satu staf Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Gadog, Bogor, nama Aceng karena macan tutul muda ini sangat doyan daging celeng.

"Mungkin karena suka daging celeng ini. Dari celeng, disingkat jadi ceng, kemudian menjadi Aceng, nama yang hingga kini melekat pada macan tutul muda ini," katanya.



Saat ditemukan, 28 Agustus 2008, kondisi Aceng nyaris mati. Aceng terjerat kawat sling hingga hampir memutuskan tulang kakinya. Kata masyarakat setempat, macan tutul muda ini sudah hampir satu minggu terjerat.

Untuk mengevakuasi Aceng, melibatkan berbagai pihak, seperti Kodim, IAR, PPS Gadog, dan BKSDA. Medannya hutan Gunung Karang cukup berat. Tim harus berjalan sekitar 4 kilometer menuju lokasi Aceng terjerat.



Beruntung, setelah dibius dua kali, Aceng berhasil dievakuasi dan dibawa menuju PPS Gadog untuk proses penyembuhan lukanya yang sangat parah. "Saat kami evakuasi, kondisinya memang sangat parah. Kami sempat mengira tidak bisa menyelamatkan nyawanya," ujarnya.

Sumber : Kompas

Read More !

Enggak Ada Capres Peduli Kebakaran Hutan  

Posted by: Roshita_Poenya in

JAKARTA, Semua calon presiden baik Megawati Soekarnoputri, Susilo Bmabang Yudhoyono, maupun Jusuf Kalla tidak ada satupun yang dinilai peduli dengan kebakaran hutan. Padahal, hampir setiap tahun hal tersebut menjadi masalah, misalnya di Riau.

"Media hanya mengekspos kampanye padahal di Riau tiap tahunnya terjadi kebakaran. Tidak ada satu capres yang ngomong kebakaran hutan," jelas Bustar Maitar, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (15/6). Hasil investigasi yang dilakukan Greenpeace di Riau menemukan semakin banyak titik api di musim kemarau saat ini.

Menurut Bustar, Greenpeace menilai hal ini karena kurangnya inisiatif semua capres 2009 dalam mengatasi perubahan iklim. Ia mengatakan kebakaran hutan terjadi setiap tahun di Riau, namun tak ada satupun pasangan capres dan cawapres yang memasukkannya ke dalam program kerja maupun kampanyenya.

Di balik itu, terdapat banyak kebijakan-kebijakan baru pemerintah Indonesia yang dinilai masih merugikan bagi penyelamatan hutan. Misalnya, pengehentian kasus illegal logging dan memperpanjang penggunaan kayu alam khususnya untuk industri pulp & paper.

"Kami mengidentifikasikan bahwa ada sistematis yang salah dari Menteri Kehutanan dan Departemen Kehutanan untuk menghancurkan kehutanan Indonesia. Kami melihat adanya kaitan dengan pemilu khususnya dengan pengumpulan dana-dana kampanye berhubungan dengan pemberian izin-izin kehutanan yang dikeluarkan," jelas Bustar.

Sumber : Kompas
Read More !

Akhirnya, Virtualisasi Linux dalam Windows  

Posted by: Roshita_Poenya in

Ada kabar gembira bagi pengguna komputer yang belum mengenal apa itu Linux, seperti apa bentuk, aplikasi dan operation system yang berlisensi open source ini. Anda bisa mencoba Linux menggunakan desktop KDE 4, KDE 4 adalah desktop environment yang memiliki tampilan cantik dibandingkan desktop environment Linux lainnya. Dengan menggunakan VirtualBox, instalasi Linux di dalam Windows secara virtual seolah-olah anda menggunakan dual booting.

Cara menginstalnya pun cukup mudah dah bisa di ikuti oleh siapa saja bahkan yang awam sekali dengan Linux. Well...silahkan mencari software VirtualBox beserta desktop environment Linux lainnya.

Sumber : PC Media

Read More !

Teleskop Hubble Dapat Kamera Baru  

Posted by: Roshita_Poenya in


HOUSTON,Dua astronot berhasil memasang kamera baru untuk teleskop ruang angkasa Hubble dalam misi spacewalk pertama. Secara bersamaan, Hubble juga mendapat komputer baru untuk memproses gambar-gambar rekamannya lebih baik lagi.

Pemasangan ini dilakukan dalam spacewalk pertama Kamis (14/5) waktu Florida yang dilakukan John Grunsfeld dan Andrew Feustel. Keduanya menghabiskan waktu sekitar tujuh jam.

Pertama-tama keduanya mengambil kamera lama Wide Field Planetary Camera 2 yang telah dipasang sejak tahun 1993. Kamera tersebut selanjutnya dibawa ke bagasi pesawat ulang alik Atlantis untuk dibawa pulang ke Bumi dan akan dipamerkan di Museum Antariksa dan Ruang Angkasa Smithsonian.

Kamera pengganti Wide Field Camera 3 sebesar piano dan seharga 132 juta dollar AS lalu dipasang menggantikan kamera lama. Kamera ini didesain mampu merekam objek langit hingga 200 juta tahun cahaya (satu tahun cahaya setara dengan 9,5 triliun kilometer) lebih jauh daripada kamera yang lama.

Usai mengganti kamera, kedua astronot saling bahu-membahu memastikan pemasangan komputer baru yang akan memproses gambar-gambar rekaman Hubble untuk dikirim ke Bumi. Berdoalah misi 11 hari perbaikan Hubble ini berjalan mulus dan kita nantikan foto-foto spektakuler berikutnya.

Sumber : Kompas

Read More !

BI Tarik Uang Kertas Rp 1.000  

Posted by: Roshita_Poenya in

JAKARTA, Bank Indonesia kembali menarik uang kertas. Gubernur Bank Indonesia Boediono, Rabu (29/4), menerbitkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/16/PBI/2009 tentang Perubahan PBI No 2/25/PBI/2000 mengenai Pengeluaran dan Pengedaran Uang Pecahan Rp 1.000 Tahun Emisi 2000.

Uang tersebut digantikan pecahan Rp 1.000 yang terbit 29 April 2009. Bentuk dan desain kedua pecahan Rp 1.000 itu sama. Yang berbeda hanyalah tanda tangan yang tertera. Di pecahan sebelumnya, tanda tangan yang tertera milik Deputi Gubernur Senior BI dan Deputi Gubernur BI. Sementara itu, di pecahan Rp 1.000 terbaru, Gubernur BI dan Deputi Gubernur BI yang menandatangani.

Perubahan lain adalah keterangan tahun pencetakan uang. Di pecahan tahun 2000, keterangan terletak di bagian muka uang kertas setelah tulisan Perum Percetakan Uang RI. Di pecahan emisi tahun ini, keterangan itu berada di atas tulisan Dewan Gubernur.

Namun, BI menegaskan, uang kertas pecahan Rp 1.000 tahun 2000 masih tetap berlaku. BI akan melakukan penarikan secara bertahap, tanpa menyebut waktu akhir berlakunya uang emisi 2000.

Akhir tahun lalu BI menarik uang kertas yang diteken oleh Gubernur BI yang lama, yaitu Burhanuddin Abdullah yang kini sudah pensiun dan menjalani hukuman sebagai terpidana korupsi dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI).

Empat uang kertas yang mulai ditarik sejak akhir tahun lalu adalah pecahan Rp 5.000, Rp 10.000, Rp 20.000, Rp 50.000, dan pecahan Rp 100.000.

Sumber : Kompas

Read More !

Nama Obama Menjadi Nama Spesies Baru Lumut Kerak  

Posted by: Roshita_Poenya in

WASHINGTON, Nama Presiden Amerika Serikat Barack Obama diabadikan menjadi nama spesies liken atau sering disebut lumut kerak yang baru ditemukan. Liken tersebut ditemukan tahun 2007 di Pulau Santa Rosa, California.

Menurut penemunya, Kerry Knudsen, kurator liken dari Universitas California saat mempublikasikan temuannya itu dalam jurnal Opuscula Philolichenum edisi Maret, penamaan lumut Caloplaca obamae untuk menunjukkan penghargaan atas dukungan terhadap sains dan pendidikan sains oleh Presiden dan Caloplaca obamae merupakan spesies pertama yang mengabadikan nama Obama.

Liken pada dasarnya merupakan hasil simbiosis mutualisme antara jamur dan alga yang tumbuh bersama. Strukturnya seperti lumut namun bentuknya seperti daun kering sehingga disebut lumut kerak.

Caloplaca obamae hidup di tanah, pertumbuhannya sangat lambat, dan siklus hidupnya sampai beberapa tahun. Spesies tersebut sebelumnya terancam punah karena maraknya peternakan di pulau tersebut sehingga tak ada tanah kosong yang "perawan".

"Namun, dengan dikuranginya ternak saat ini, ia mulai berkembang kembali," ujar Knudsen. Saat ini tinggal populasi rusa yang dikhawatirkan mengganggu karena berkembang iak sangat pesat.

Saat ini ada sekitar 17.000 spesies liken yang telah ditemukan di seluruh dunia. Sekitar 1500 di antaranya ada di California. Lebih dari 300 spesies ada di Pulau Santa Rosa dan sebagain besar endemik hanya ditemukan di pulau tersebut.

"C. obamae memberi pelajaran kepada kita bahwa mungkin spesies liken dan tumbuh-tumbuhan unik di Pulau Santa Rosa bisa punah tanpa pengetahuan mengenainya, apalagi sejak peternakan masuk ek wilayah tersebut sejak tahun 1850-an," jelas Knudsen.

Sumber : LIVESCIENCE

Read More !

Korsel Lanjutkan Riset Kloning Sel Punca Manusia  

Posted by: Roshita_Poenya in

SEOUL, Sempat terhenti selama tiga tahun, Korea Selatan akan mengizinkan kembali riset kloning sel punca manusia. Penelitian tersebut sempat dibekukan karena skandal penelitian palsu menggemparkan dunia dan mencemarkan reputasi riset kloning Korsel.

Presiden komite bioetika Korea Selatan menyatakan, pihaknya akan membolehkan sebuah pusat kedokteran untuk melakukan riset pembuatan sel punca embrionik manusia. Namun, pembentukan tim dan proses penelitian akan dipantau secara ketat.

"Secara teknis kami tidak pernah melarang riset sel punca. Namun, kami selalu mensyaratkan panduan yang ketat," ujar seorang pejabat kantor kesehatan yang tak mau disebut namanya. Hal tersebut diterapkan sejak Profesor Hwang Woo Suk melaporkan hasil penelitian palsu dan sempat dipublikasikan di jurnal ilmiah internasional.

Hwang Woo Suk saat itu merupakan peneliti utama riset kloning di Universitas Nasional Seoul. Timnya mengklaim dua terobosan besar, yakni teknik melakukan kloning sel punca embrionik manusia dan mengembangkannya menjadi jaringan sesuai kebutuhan.

Namun, hasil penelitian tersebut ditarik kembali karena terbukti bahwa data-data yang ditampilkan merupakan data palsu. Hwang tidak hanya dipecat dan dilarang melakukan riset sel punca manusia sejak Maret 2006, tetapi juga diseret ke meja hijau dan gelar pahlawan yang diberikan negara atas prestasinya dibatalkan.

Sel punca merupakan induk seluruh sel tubuh untuk berkembang menjadi jaringan tulang, daging, darah, dan organ tubuh lainnya. Adapun sel punca embrionik ditengarai sebagai jenis sel punca yang paling penting karena dapat berkembang menjadi jaringan apa pun. Kloning sel punca embrionik menjanjikan terapi pengobatan untuk memperbaiki jaringan tubuh yang rusak karena penyakit maupun degenerasi.

WAH
Sumber : Reuters

Read More !

kertasdanpenaku